My parents

So long, my readers! Lama rasanya gak menulis di blog nih. Jadwal ketat dan permasalahannya seakan-akan
menyuruh saya rehat dulu dari kegiatan berbagi cerita ini. Hm, tapi begitu saya tiba di waktu luang, menyalakan laptop di kamar, membuka folder-folder foto, dan... ya, saya berhenti di gambar ini.


Image and video hosting by TinyPic
Ini foto saya dengan orangtua saya di ulang tahun perkawinan mereka ke-24 :)

Tiba-tiba saya pengen nulis tentang orang tua saya. Mungkin lebih tepatnya tentang gimana karakter mereka bisa sangat 'masuk' dan hadir di keseharian saya. Baiklah, anggap saja ini sebuah tribute dari seorang anak yang sedang bernyanyi bangga..

Tentang Papa.
Sampai detik ini, beliau tidak ada di rumah karena sedang bertugas di kota lain. Jujur saja, saya nggak banyak tahu tentang apa yang dikerjakan Papa disana; namun saya cukup tahu kalau beliau harus berada di sebuah pabrik. Ya, Papa memang sebuah figur yang tidak banyak bicara. Tetapi, ketika seseorang meminta beliau untuk berbagi cerita maupun cukup sebagai pendengar, beliau akan senang hati melakukannya. Itulah Papa, lelaki teguh yang tahun ini akan menapaki ulang tahun emasnya.


Image and video hosting by TinyPic
Bromo, Juli 2009

Di masa mudanya, Papa cukup banyak mengalami naik turun kehidupan. Mulai dari masalah finansial yang cukup akut sampai kesuksesan beliau untuk lulus dari salah satu institut kebanggaan Indonesia, Institut Teknologi Bandung, sebagai Sarjana S1 Tehnik Kimia. Tidak hanya itu saja, saat kami sekeluarga sedang dalam perjalanan ”pulang kampung”, kadang beliau juga banyak bercerita tentang masa-masa ’pahit’ yang tentu saya gak bisa ceritain disini. Yang jelas, hal terpenting dari situ adalah Papa selalu ingin memotivasi dan menginspirasi anak-anaknya untuk menjadi individu yang sukses; entah melalui tindakan langsung maupun tidak.

”Papa kuliah S2 ini juga semata-mata buat kalian kok, biar pada termotivasi,” kira-kira begitu kata Papa saat beliau sedang menikmati masa perkuliahan S2-nya di bidang manajemen teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Berhasil lulus dengan predikat cum laude, Papa mampu membuktikan jika pendidikan itu bukan hanya sebuah titel, namun juga aset penting di masa depan dalam bidang pengetahuan.

Image and video hosting by TinyPic
Boncafe, November 2010


Singkat kata, Papa adalah sosok lelaki yang paling dan sangat saya kagumi. Beliau begitu bertanggung jawab, gigih, disiplin, ulet, pintar, dermawan, dan bijaksana. Komposisi ini seakan-akan merupakan volume tepat untuk membawahi keluarga yang hanya memiliki satu laki-laki di sebuah rumah. Ya, karakter Papa yang begitu kuat, membuat beliau menyandang special award dari saya, ”Seorang Lelaki Multi-Peran Terbaik dan Terhebat dalam Hidup Saya.”

I love you, Pa!

Tentang Mama.
Saya rasa Mama adalah wanita tersabar yang pernah saya ketahui. Bagaimana bisa, saya hampir nggak pernah ngeliat beliau uring-uringan ketika ada masalah (tidak seperti figur ideal seorang ibu pesolek nan judes di sinetron). Beliau lebih memilih untuk diam, menatap layar handphone-nya, dan mencari hiburan disana. Dalam kondisi ini, beliau bukanlah seseorang yang cuek, namun bisa saya lihat jika beliau tengah mengontrol emosinya sehingga tidak meluap-luap. Tak hanya itu, mungkin saya bisa temukan beliau di kamar, tengah duduk di atas lantai dalam balutan mukenanya, dan berkomat-kamit sembari mengucap doa untuk Yang Maha Kuasa. Ah, pokoknya benar-benar pemandangan yang damai.

Image and video hosting by TinyPic
Bali, April 2009

Mama juga seorang wanita tercantik yang pernah saya lihat. Tidak hanya melulu tentang wajah yang masih menyimpan kesejarahan Indo-Jerman, tetapi juga kelembutan hati yang membuat kharisma beliau semakin bersinar. Ya, Mama memang dikenal sebagai pendengar yang baik dan teman yang menyenangkan bagi orang-orang sekelilingnya.

Image and video hosting by TinyPic
Jembatan Suramadu, Agustus 2009


Selain itu, Mama juga salah satu orang yang selalu mengingatkan saya untuk rajin berdoa kepada-Nya. Kalo saya lagi bete banget, beliau gak pernah bosen buat bilang, ”Baca Al-Fatehah dan istighfar buat nenangin diri ya.” Uh-wow, walopun kadang saya lupa, tapi saya menghargai cara beliau menanggapi masalah dari perspektif keagamaan.

Akhir kata, mari saya anugerahkan predikat tertinggi untuk Mama yang telah melahirkan, mengasuh, dan membesarkan saya hingga sekarang; untuk kasih sayang dan kesabaran beliau yang tidak terbatas, untuk kebaikan dan kelembutan hati beliau yang tidak terukur, dengan sebutan: ”The Loveliest Super Mom in The World”.

I love you, Ma!

----

Image and video hosting by TinyPic
"Parents can only give good advice or put them on the right paths, but the final forming of a person's character lies in their own hands."
(Anne Frank)

Comments

Popular Posts