All I have to do is dream (..and make it happen)

Di semester 6 ini jujur aja gairah belajar saya lagi naik turun. Nggak tau kenapa, bisa jadi karena keasikan kerja ya? Hm.. tapi saya janji  nggak bakal ninggalin kuliah gitu aja kok, soalnya saya inget mimpi saya. Well, sejak dapet kuliah Media Analysis di semester 5 kemaren, saya jadi punya misi buat ngelanjutin studi S2 di bidang media. Mungkin dari awalnya saya udah tertarik ya sama media; diliat dari perjalanan saya (ceileh) memulai Surabaya Fashion Carnival (media elektronik dengan fokus bahasan fashion anak muda Surabaya) dan merangkap jadi writer sekaligus reporter, kerja di sebuah perusahaan majalah anak SMA, merangkap jadi writer dan reporter lagi, sampe akhirnya berenti dan sekarang bener-bener belajar media studies di kampus.

Menurut saya, belajar media itu seru karena ternyata selama ini media kasih pengaruh besar dalam hidup kita. Apa yang kita tahu kebanyakan didapet dari media cetak seperti koran dan majalah, ataupun media elektronik seperti internet, televisi, atau radio. Saking udah dikonsumsi sehari-hari, kita kadang ngelupain apa yang sebenernya media "kasih" buat kita yaitu ideologi baru. Dari mana kita nganggep kalo bodi ideal itu yang kurus banget kayak model-model? Ya dari iklan-iklan baju di internet, televisi, koran, ato majalah. Dari mana kita nganggep kalo cantik itu kudu putih bercahaya bak terang bulan? Ya dari iklan-iklan kosmetik, pokoknya dari media juga lah. Menarik 'kan? Makanya waktu saya dapet kuliah Media Analysis itu, mata saya jadi "kebuka". Oh ternyata saya selama ini dikelabui media ya. Hahaha :)))

Maka itu, saya tertarik buat mempelajarin media lebih dalem. Saya percaya disamping itu media masih punya banyak teori dan praktek lain untuk so-called mempengaruhi masyarakat sehari-hari. Tergantung gimana kita yang mengkonsumsi ini menanggapinya 'kan. Nah, karena ketertarikan ini, akhirnya saya jadi sering browsing universitas yang menyajikan media studies untuk graduate program. Pilihan saya waktu itu adalah yang ada di Australia: University of Sydney (Master of Media Practice) dan University of Melbourne (Master of Journalism). Setelah pengamatan sana-sini, saya memutuskan buat ngelanjutin kuliah master di University of Sydney dengan jurusan Media Practice. Selain tertarik sama arsitektur gedungnya (dan karena pernah ngelewatin sekali pas trip ke Sydney kapan hari, hihi), saya merasa program yang ditawarin USyd ini cocok sama apa yang saya mau. Pas liat "full units of study list"-nya, saya jadi ngiler banget. Di list itu ada sederet mata kuliah menarik macem "Media Discourse", "Making Magazines", "Writing Features: Narrative Journalism", dan "Gender, Media and Consumer Societies". Ah, rasanya saya nggak sabar buat segera lulus kuliah, apply di USyd, diterima (amin-amin, karena katanya susah gitu diterima disana), dan belajar media! :D

Tuh keren banget kan gedungnya! Haha, maaf terdengar naif :p
(Image source: http://www.oztrekk.com/universities/sydney.php)
Tapi benernya saya kadang ngerasa masih bingung juga loh, karena sebenernya kalo mau belajar media kan kayaknya lebih oke di U.S ya. Yah, diliat aja dulu deh. Yang penting tujuan utama saya sekarang masih ada di University of Sydney. Rasanya nggak masalah juga kok karena universitas ini juga masih ada di 40 besar universitas terbagus di dunia menurut QS World University Rangkings. 

Jadi jadi...doakan saya ya! Saya juga bakal kerja keras kok buat nyelesein kuliah semester depan biar bisa cepet belajar media lebih dalem dan nantinya... saya bisa mendirikan media saya sendiri! *amin* Okey, segitu aja deh cerita-ceritanya. Sampe ketemu lagi!


Cheers,

Kiza

Comments

Post a Comment

Popular Posts