Tiga album di Mei 2016 yang saya tunggu :)

Udah minggu ketiga bulan April 2016 dan saya masih suka jenuh aja kalo dengerin musik sama berulang-ulang. Akhirnya browsing dan found the fact that these musicians are going to release their new albums :)

***

Young Magic - "Still Life"

Rilis: 13 Mei 2016

Seperti yang udah diceritain sebelumnya, saya suka Young Magic dari taun 2012 pas mereka muncul dengan albumnya "Melt". Begitu familiar sama lagu-lagunya, track "Night In The Ocean" dan "You With Air" langsung jadi favorit. Cuplikan scene dari video klip "Night In The Ocean" pun sampe nempel di ingatan, apalagi kalo bukan pas model cewe/cowonya saling gambar di kulit (hampir) telanjangnya masing-masing.

Kalo album kedua mereka, "Breathing Statues", punya kesan tersendiri ketika saya tinggal di Sydney. Entah kenapa setiap dengerin album yang rilis taun 2014 ini, saya jadi inget suasana kamar studio apartment dulu. Di pikiran langsung tergambar saya yang duduk di meja belajar, menghadap laptop dan menulis essay kuliah sambil ditemenin "Holographic", "Something In The Water" serta "Fall In". Suasana kamar yang relatively gelap dan lonely (karena tinggal sendiri, haha) itu seakan-akan ngedukung badan yang tiba-tiba bergerak sendiri ngikutin irama :p.





Jadi ketika saya tau mereka akan ngeluarin album baru bulan depan, wah rasanya nggak sabar! Untung kemaren sempet dengerin dua singles juga, "Lucien" dan "Sleep Now", yang videonya ada diatas tulisan ini. Rasanya "Still Life" bakal lebih ambient dan relaxing gitu deh, which is bikin saya makin suka :)
Still Life is a deeply personal and idiosyncratic record, somewhere close to the enchanted electronic pop realms occupied by Björk and Broadcast, yet unique to Young Magic. Found sounds and textures feature prominently across Still Life, including the Javanese gamelan, blossoming into ecstatic bursts during the climax of “Lucien.” Melati grounds the textured sonic world with arrows direct to the heart, like the arresting “How Wonderful” where the singer overflows with regret for “all those things I never said.” This is as deeply personal as the group has ever been. - Carpark Records

***

Yumi Zouma - "Yoncalla"

Rilis: 27 Mei 2016

Pertama tau quartet asal New Zealand ini dari siapa yah, kalo nggak salah ngeliat temen dengerin ini di Path. Karena nama bandnya yang lucu, saya langsung cari di Spotify. Track by track dari kedua EP mereka saya coba, eh makin seneng aja. Apalagi "Dodi" dan "Catastrophe" dari "EP II", "Sålka Gets Her Hopes Up" dari "EP I" (ini satu-satunya lagu yang saya suka dari album itu, hehe), serta single "Right, Off The Bridge" yang pake banyak efek. Nggak tau efek apa sih, tapi suka banget #bukankritikusmusik.

Menurut saya, karya Yumi Zouma cocok dinikmatin pas jalan kaki saat udara lagi pleasantly warm - which is agak mustahil kalo di Surabaya yang 'sumuk pwol' - terus pas lagi ngelewatin taman dan sambil ngeliat anak-anak kecil lagi asik main, ketawa lepas. Atau sore-sore pas matahari awal-awal mau terbenam, angin semilir kecil-kecil but somehow masih bisa ngerasain anget, dan sambil ditemenin pasangan terus saling becanda. Yah, kok jadi kayak film gini :p. But it's true, musik Yumi Zouma nimbulin kesan tersendiri sih. Coba aja and let me know what you think :)



"Keep It Close To Me" yang rilis 8 April 2016 di Spotify pun jadi single perkenalan debut album mereka, "Yoncalla". Saya langsung suka juga sama yang satu ini. After-tastenya masih sama kayak abis dengerin lagu-lagunya dari "EP II" *ceile* dan menurut saya nggak banyak berubah. Seperti yang kontributor Pitchfork bilang di review single Yumi Zouma tersebut:
The effect is pure relief, like coming home after being away for too long and curling up in your own bed. - C.G. Mantera di Pitchfork, 8 April 2016
Yup, saya setuju sama apa yang dibilang penulisnya. Lagu-lagu band yang anggotanya tersebar di Auckland, Paris dan New York ini emang menyajikan musik yang relieving. Sampe-sampe penulis di Stereogum bilang kalo Yumi Zouma itu "have been making soft, ever-so-delicate waves with their beautifully aqueous pop music". Kata kuncinya soft, delicate dan beautifully aqueous yang emang pantes bikin jatuh cinta sama Yumi Zouma!
Yumi Zouma has always been an exercise in refining ideas and collaborating,” reflects guitarist Charlie Ryder, “but this was the first time we weren’t limited or protected by distance. With Yoncalla, the process was different, and it can be scary to present raw ideas to your friends ‐ but it’s also incredible to see songs evolve through the sparks of inspiration that bounce between people in the same room.” That intimacy is apparent on Yoncalla ‐ an album about being close to people, rather than miles apart. Yumi Zouma’s effortless waves of harmony have been redefined and the creative process laid bare to expose an act more unguarded and interconnected than ever before. - Cascine
***

Gold Panda - "Good Luck And Do Your Best"

Rilis: 27 Mei 2016

Saya pertama kali denger Gold Panda rasanya pas taun 2010-2011an, lupa pastinya. Pokoknya waktu itu liat video DJ asal UK ini lagi main di gig kecil, saya langsung suka sama track yang berjudul "You". Karena waktu itu music streaming belom terlalu populer, saya 'nakal' dan cari shortcut dengan nyari albumnya di Torrent dan download sembarangan. Lumayan, dari situ jadi makin kenal musiknya Gold Panda, khususnya album "Lucky Shiner" yang sampe di-burn khusus di CD kosong buat didengerin selama perjalanan :p. Namun sejak langganan Spotify, saya apus semua deh musik-musik bajakan yang nongkrong di komputer. Daripada menuh-menuhin memori, sekaligus 'support' karya artistnya juga 'kan :)

Anyway, selain "You", track favorit saya dari album "Lucky Shiner" adalah "Same Dream China" yang khas sama bunyi macem 'kluntung-kluntung' di awal dan "Marriage", yang diem-diem pengen saya puter kalo nikah nanti *LOL*. Selepas "Lucky Shiner", sayangnya saya nggak terlalu ngikutin Gold Panda lagi karena pas itu bosen sama musik tanpa vokal. Akhirnya album kedua doi, "Half Of Where You Live", saya lewatin.



Pas iseng browse kemaren, eh ternyata Gold Panda mau ngeluarin album baru! Saya jadi nostalgia deh, maklum udah lama nggak dengerin. Langsung deh saya search namanya di Spotify dan disitu muncul dua track baru yang rilis taun 2016 ini, yaitu "Time Eater" dan "Time Eater" yang paling recent. Pas baca-baca, ternyata album terbarunya "Good Luck And Do Your Best" ini terinspirasi dari Japan trip si Derwin, real namenya Gold Panda, di taun 2014. Wah, jadi nggak sabar kira-kira sound yang dihasilkan kayak gimana :).
The artist also known as Derwin Panda was inspired by two trips to Japan, including one accompanied by photographer Laura Lewis. The album’s motivational title came from a Japanese cab driver’s farewell. “He didn’t know English that well, but there’s a Japanese phrase called ‘ganbatte, kudasai,'” Panda said in a press release. “And roughly translated, it basically means ‘do your best,’ or it can also mean ‘good luck.'” - Anna Gaca in SPIN (February 23, 2016)
***

Yak, itulah 3 artists luar yang albumnya saya tunggu di bulan Mei 2016. Selain mereka, saya juga penasaran sama The Naked and Famous sama The Preatures yang lagi ngerjain album barunya. Thanks to Instagram!

Comments

Popular Posts